Mempertahankan Kemenangan!
Selamat paskah, setiap kita percaya bahwa Yesus sudah bangkit dan iblis sudah dikalahkan, senjata-senjata iblis sudah dilucuti. Kita sudah menang! Tapi masalahnya iblis itu masih ada (sampai waktunya penghukuman akhir). Sebagai orang yang menang, kita harus mempertahankan kemenangan itu. Pepatah mengatakan bahwa “mempertahankan” lebih sulit dari “meraih”. Dalam 1 Pet 5:8, iblis tidak menyerah, dia punya strategi untuk menghancurkan seluruh aspek kehidupan kita (kuliah, pekerjaan, pelayanan, keluarga, dll). Mengantisipasi strategi itu dengan berjaga-jaga, yup berjaga-jaga!! Bagaimana berjaga-jaga? Ada 3 fokus penting dalam berjaga-jaga!, yaitu :
1. Menjaga Pikiran
Apa yang kita pikirkan akan menguasai kehidupan kita. Pusat dari kehidupan dan apa yang kita lakukan adalah dari pikiran. Nah.. oleh sebab itu pikiran kita harus di jaga! ketakutan, kekuatiran, dengki, dll Jaga itu semua dari pikiran! Iblis sering berbicara melalui pikiran kita, SADARLAH!! Iblis itu penipu..!! dia adalah bapa dari segala dusta. Dalam Kej 3:1, apakah benar Allah berkata demikian?? Iblis itu jelas-jelas adalah penipu!! Jadi kalau iblis ngomong dalam pikiran kita, Jangan dengarkan!! TOLAKLAH DALAM NAMA YESUS, kita harus mengerti Firman untuk melawan! Belajar dari Hawa (Kej 3:2), Hawa tidak mengerti Firman, sebab itu iblis semakin menipunya. Ketika kita membuka pikiran dan meng-iya-kan perkataan iblis dalam pikiran kita, maka iblis akan membentuk suatu stronghold / kubu dalam pikiran kita. Dalam 2 Kor 10:3-6, musuh kita bukanlah teman-teman kita, calon mertua kita, saudara kita, orang-orang menyakiti kita.. bukan!! Tapi iblis yang membentuk kubu dalam pikiran mereka sehingga kelakukan mereka jauh dari Firman Tuhan. Ketika kita mengiyakan perkataan iblis, maka iblis akan membangun kubu. Apa itu kubu? Kubu adalah suatu mindset / pola pikir yang membuat kita menyerah kepada keadaan kita walaupun itu bertentangan dengan Firman Tuhan. Perkataan seperti ”Bukan takdir saya…”,”Sejak dulu saya memang seperti ini..”, ”Sejak dulu hidup saya memang susah, ya pasti akan tetap susah..”, “Saya jelek.., saya ini gembel.., saya ini bodoh, saya ini goblok..”, dsb.. Sadarilah bahwa yang seperti itu adalah stronghold/kubu!!, semua yang keluar adalah negative, padahal faktanya tidak sebodoh apa yang orang itu katakan, tidak sejelek apa yang dikatakan!! Kenapa hanya yang negative yang keluar? Karena dia meyakini apa yang iblis katakan! Kasus orang bunuh diri, iblis berkata “kamu itu ga ada gunanya, kamu itu nothing, kamu itu ga berarti.. udah terjun aja..” Kasus sakit penyakit, iblis berkata “penyakitmu itu ga ada obatnya.., penyakitmu itu ga mungkin sembuh..” SADARLAH ketika kita meyakini semua itu, maka stronghold itu terbentuk!!
Pernah suatu hari iblis berkata kepadaku melalui pikiran “kamu itu apa? Kamu itu ga pantes melayani Tuhan, kamu itu ga layak…”
—- waktu itu aku sedih, tetapi Puji Tuhan, Dia adalah Allah yang Baik dan Setia. Melalui Roh Kudus, Dia berkata “Karena tidak layak itulah Anugerah-Ku dalam Anak-Ku Yesus Kristus terjadi dalam hidupmu..” saat itu aku sadar, bahwa sesuatu yang kita terima karena kita layak mendapatkannya bukanlah dikatakan sebagai anugerah, tapi upah. Mulai saat itu aku percaya, Anugerah itu nilainya lebih tinggi dari pada sekedar upah, lebih mulia…! Anugerah itu tidak dapat tergantikan. ––
Jadi jaga pikiran! Hancurkan kubu dan lawan dengan Firman Tuhan, karena apa yang dikatakan iblis itu gak benar dan kita lawan dengan Firman Tuhan yang benar!
Yesus ketika dicobai menjawab..”ada tertulis..”, “ada Firman..”.. Yup.. kita punya senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, Firman Tuhan yang sanggup meruntuhkan benteng yang dibangun oleh keangkuhan manusia. Lawan!!
Iblis berkata “kamu akan mati!!” Lawan! “Firman Tuhan berkata : Umur panjang ditangan kanannya, ditangan kirinya kekayaan dan kehormatan!”, iblis berkata “kamu bodoh!!!” Tidak!! “Tuhan berjanji bahwa didalam Dia, didalam NamaNya aku cakap menanggung segala perkara!”
Pelajari dan renungkan Firman TUhan, spy semakin kuat dan menjadi senjata yang luar biasa!
2. Menjaga Keinginan
Dalam Yak 1:14, orang itu jatuh ke dalam dosa gak sekonyong-konyong jatuh, ada stepnya, ada prosesnyakenapa dia jatuh ke dalam dosa. Proses yang ke-1 : Dicobai à kita umpamakan kita dikasih umpan, setelah itu yang ke-2 ketika kita sudah berhasil dicobai, kita akan diseret, diseret berarti mendekati umpan tersebut, dan yang ke-3 adalahdipikat, sesudah diseret kita memakan umpan itu karena terpikat.
Dicobai oleh apa? Oleh keinginannya sendiri, nah.. sebabnya kita harus menjaga keinginan hati. Kembali lagi kita harus mengerti Firman, karena kita gak ngerti cara kerja iblis kalau kita gak mengerti Firman, karena Firman sudah membuka strategi iblis yang dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa.
Strateginya apa? Dalam 1 Yoh 2:16 à 1. Keinginan daging, 2. Keinginan mata, 3. Keangkuhan hidup. Nah strategi iblis ini dari jaman dulu, jaman Adam, Daud, Yesus, sampai kita. Dalam Kej 3:6, hawa melihat (keinginan mata), kata “memberi pengertian” adalah “manusia dapat menjadi seperti Allah” ini adalah keangkuhan hidup. Pada waktu Yesus berpuasa, iblis mencobai Yesus : Batu menjadi roti (keinginan daging), Menjatuhkan diri dan ditopang malaikat (keangkuhan hidup), Sujud menyembah dan diberikan seluruh isi dunia (keinginan daging dan keinginan mata). Keinginan mata à kita juga dapat belajar dari kisah Daud dan Betseyba.
Kita harus menjaga keinginan daging, daging itu maunya kenikmatan dunia, maunya ya enak. Kalau orang lain dengan mudahnya dan gampangnya berbuat perzinahan, kita harus menjaga keinginan daging!! Kita punya Tuhan, kita anak Tuhan! kalau anak berarti mengikuti peraturan orang tuanya, begitu juga kita mengikuti peraturan Tuhan!
Menjaga keangkuhan hidup, setiap orang diberi kemampuan, kemampuan tersebut bisa menjadi kesombongan. Orang yang sombong adalah orang yang merasa dirinya plg benar, plg mampu. Makanya orang sombong tidak suka berdoa, tidak suka mengandalkan Tuhan. Nah.. Awal keangkuhan adalah ketika kita merasa bahwa kita sudah bisa dengan kekuatan kita dan merasa tidak perlu melibatkan Tuhan.
Bagaimana menjaga keinginan? à Mengawali setiap hari dengan saat teduh dengan Tuhan yang benar2 / serius! Percaya bahwa hanya hadirat Tuhanlah yang dapat memuaskan jiwa kita. Seperti cerita ikan di pemancingan. Ketika kita sudah puas dengan Yesus, ketika kita sudah puas dengan hadirat Tuhan, kita gak terpikat lagi oleh dunia. Keinginan dunia itu ga bisa memikat hati kita lagi dan kekuatan dosa tidak akan menghancurkan kehidupan kita lagi.
3. Menjaga Kekudusan
Ingat, manusia tidak sekonyong-konyong jatuh ke dalam dosa. Kita dapat memutuskan untuk tidak jatuh ke dalam dosa. Kisah Yusuf dengan tante potifar, dengan apa Yusuf menjaga kekudusannya? Yaitu dengan lari menjauh, karena ia tau jikalau tidak menjauh ia akan jatuh ke dalam dosa perzinahan. Yususf memutuskan untuk tidak jatuh ke dalam dosa. Jadi kitalah yang memutusan untuk menjaga kekudusan!
.:. Ketika kita dapat menjaga pikiran, keinginan, dan kekudusan, maka kita tetap hidup dalam Kemenangan. Tuhan memberkati .:.
- Catatan Kotbah Pdt. Agus Luthan (4 April 2010, GKA Jogjakarta)